Aku tahu, ini bukan saatnya bertanya kabar satu sama lain..
Aku tahu, ini bukan saatnya saling bercengkrama antara satu sama lain..
Aku tahu, aku kelewatan..
Namun bukan hanya abang, aku juga merasakan cemas tak berkesudahan. Merasa resah pada sesuatu yang selalu berakhir dengan kata entah.
Aku tidak pernah berpikir jika persoalan cinta akan sangat berpengaruh pada kondisiku sekarang.
Tetapi setelah aku coba merenungi semua ini..
Aku merasa telah mengurung abang dalam duniaku tanpa ada celah untuk abang bisa melihat cahaya.
Entah masih dikira egois atau tidak..
Namun aku mau impianku dulu..
Dan aku gamau abang selalu terbebani ini..
Abang ingin sekali melihat secercah cahaya, kan?
Boleh aku buka pintunya sekarang ..??
Jika abang mau.. Abang bisa keluar, berlari, terbang, melompat sebebas abang bisa..
Aku disini ingin memperbaiki duniaku sesuai dengan lentera dalam mimpiku semalam..
Aku belum bisa ikut abang terbang.. Tapi temang saja, disini, aku akan selalu melihat langit dikala senja.. Melihat abang yang kemudian dapat tertawa..
..
Abang..
Jika menurut abang hubungan ini cuma buang2 waktu dan sia2..
Abang bisa mengakhirinya kapanpun abang mau.
Pada saatnya tiba, jika abang sudah muak dengan aku, dan mimpi2ku..
Abang silakan memutuskan untuk berdampingan dengan seseorang yang dirasa abang siap, seseorang diluar sana selain aku..
Aku gapapa..
Abang jangan berusaha menjaga hatiku lagi, jika itu membuat abang merasa sesak dan sakit..
Maaf selalu memberikan luka setelah sekian lama menemani aku. Maaf jika selalu membalas kebaikan2 dengan kekecewaan yang selalu berdatangan.
..
Abang,
Aku gapapa dikira sebagai perempuan yang gamau susah. Pengen enaknya aja..
Boleh saja abang berpikir aku seperti itu..
Meski sebenarnya dari dulu hidupku juga susah. Dan aku hanya ingin merealisasikan beberapa hal yang aku mau.
..
Namun keadaan begitu sulit bagi aku.
Bagi abang juga.
Abang maunya begini, sedang aku maunya begitu.
Kita berdua memiliki prioritas yang bertabrakan..
Sehingga hanya akan ada dua pilihan..
Antara kita bersama, karena sama2 siap. Dengan kita berpisah, disebabkan karena aku belum siap dan abang sudah siap.
..
Maafin aku yang sudah menyita waktu abang begitu lama.. Maaf..
Aku menyadari betapa tidak tahu dirinya aku, aku menyadari itu tapi aku gabisa berbuat lagi.
Seluruh dunia boleh memaki aku, kini.
Seluruh dunia boleh mencampakkan aku, kini.
Aku bisa menahan semua itu seorang diri.
Biar dosa ini aku tebus sendirian.
Aku yang masih termakan ego dan mimpi.
Aku bisa menyeka air mataku sendiri, aku bisa.
Maafin aku gabisa penuhi mau abang meski aku tahu abang selalu berusaha penuhi mauku
..
Selain aku, abang juga perlu bahagia, kan..
..
Kalau memang suatu hari ada yang meminta abang untuk mendampinginya, abang jangan khawatirkan aku lagi. Aku gapapa. Abang jangan berusaha jaga perasaanku lagi, aku gapapa. Rasa sayang ini juga perlahan akan terkikis jika abang kemudian pergi dari duniaku, dan memulai sesuatu yang baru di dunia orang lain. Pasti akan terkikis dg sendirinya.. Abang jangan khawatir.. Yah.
Aku mau abang bahagia.. Aku gamau jadi benalu dihidup abang terus terusan. .
Maaf kalau aku sudah begitu menyia2kan kehidupan abang selama ini.. Maaf..
Komentar
Posting Komentar