Langsung ke konten utama

Postingan

Nisfu Syaban 1444 H

Duhai,.  Manusia yang hatinya belum tertata,  suaranya terbata-bata,  pikirannya diporak-poranda,  tatapannya tak punya makna,  hidup terbawa arus kemari dan kesana,  tak mengerti teka-teki semesta,  tak memahami isyarat Sang Maha..  Biarkan malam ini menjadi malam peleburan dosa, tak mengapa kurasakan sakit tak berkesudahan,  tak mengapa kunyanyikan rintih pesakitan,  tak mengapa linang air mata menjadi panas tak terperikan, Asal segala dosaku, Kau ampunkan.  Asal segala doa baikku, Kau perkenankan.    لاإله إلا انت سبحانك اني كنت من الظالمين Menuju malam Nisfu Syaban 1444 H
Postingan terbaru

Cendayam

  Aku tahu, ini bukan saatnya bertanya kabar satu sama lain..  Aku tahu, ini bukan saatnya saling bercengkrama antara satu sama lain..  Aku tahu, aku kelewatan.. Namun bukan hanya abang, aku juga merasakan cemas tak berkesudahan. Merasa resah pada sesuatu yang selalu berakhir dengan kata entah.  Aku tidak pernah berpikir jika persoalan cinta akan sangat berpengaruh pada kondisiku sekarang.  Tetapi setelah aku coba merenungi semua ini..  Aku merasa telah mengurung abang dalam duniaku tanpa ada celah untuk abang bisa melihat cahaya.  Entah masih dikira egois atau tidak..  Namun aku mau impianku dulu..  Dan aku gamau abang selalu terbebani ini..  Abang ingin sekali melihat secercah cahaya, kan?  Boleh aku buka pintunya sekarang ..?? Jika abang mau.. Abang bisa keluar, berlari, terbang, melompat sebebas abang bisa..  Aku disini ingin memperbaiki duniaku sesuai dengan lentera dalam mimpiku semalam..  Aku belum bisa ikut abang t...

A day

  … Seperti awan yang mendung, hari-hari bukan lagi tentang menanti seorang kekasih datang menghampiri. Bagaimana jika semua terlalu sulit untuk ditempuh, bagaimana jika ternyata aku menanti sesuatu yang keliru, atau bahkan salah.. sebab akupun tidak pernah tahu apa yang akan datang, hujan lebat, rerintik lentik, atau bahkan hanya dengusan angin kencang yang pergi setelah usai porak-porandakan segalanya. Tuhan, bukankah seharusnya ada bagian dari jiwa yang mengambil kendali atas perasaan ini. Duhai angunnya jiwa, bersabarlah untuk hal-hal yang tidak dapat kau kendalikan.. Apa yang sebenarnya menjadi hal terbaik buatku.. biar mencari jalannya sendiri untuk menemukanku. Tetapi,Tuhan… apakah jalannya selalu rumit dan sulit? Februari, 11.45 2.0.2.3.                                       ...

Misteri Isi Almari #menitikisah

    Misteri Isi Almari (cantikku, apa saja isi almarimu, kiranya kemana mereka akan membawamu nanti?) ...................................................................................................................................................... Bekal meniti kisah di dunia ini salah satunya ialah almari seisinya. Banyak sedikit isinya, tentu bergantung kemauan tuannya. Bekal meniti kisah di dunia ini salah satunya ialah almari seisinya. Kira-kira apa isi almarimu? Makanankah? Busanakah? Perhiasankah? Apapun isi almarimu, pastikan mereka akan membawamu ke tempat bernama syurga. Karena neraka hanya menerima pemilik isi almari yang israf, pelit, kikir, riya, curang,senang mencuri, tamak, dan yang senang berfoya-foya hingga yang enggan berinfaq dan sedekah. Bekal meniti kisah di dunia ini salah satunya ialah almari seisinya.   Jika Setiap hari tidak pernah dikurangi bahkan selalu ditambah satu-persatu, hingga tak ada rongga bagi setitik debu untuk benapas...

Saatnya Ramah Pada Rumah #menitikisah

  Saatnya Ramah Pada Rumah   ((barangkali covid-19 hadir membuat kita kembali memeluk rumah, berkecimpung didalamnya dan merasakan nuansa keluarga yang sesungguhnya. temukan kembali apa-apa yang sempat pergi dalam sepetak tempat yang kian lama kita singgahi.)) Dalam perjalanan meniti kisah di bagian bumi yang telah terdeteksi ini, terdapat dua tipe pasukan manusia. yakni pasukan pengutuk rumah dan pasukan pendamba rumah. Pasukan pengutuk rumah ialah pasukan yang selalu mengutuk setiap detik pekerjaan rumah karena pekerjaan yang dilakukan terkesan menjemukan dan tidak membuat kantong menggelembung terpenuhi. Sedang pasukan pendamba rumah ialah mereka seorang musafir yang sedang berkelana mencari nafkah bagi keluarga,   bertugas bela negara, bekerja demi kestabilan finansial keluarga, atau menuntut ilmu di tempat yang berjarak jauh dari rumah, dan meyakini bahwa rumah adalah tujuan paling utama untuk pulang. Sembari mendengarkan podcast ini dengan minum kopi, mari k...

Jika Hari Ini Ada Resah #script

 JIKA HARI INI ADA RESAH Jika hari ini ada resah, sabar dulu malahan bisa jadi nih. esok hari akan melebar jadi gelisah. Eh tapi bisa pula berubah jadi gundah. Atau malahan perasaan-perassaan itu akan memaksa kita untuk mengalah dan berujung   pada Insiden mengutuk diri.. hingga kemudian memutuskan untuk lelah. Iya. Polemik hidup semacam ini atau bahkan yang lebih parah dari ini pasti dijamin akan selalu ada, mau ga mau pasti ada nggapeduli semua itu kita harapkan atau tidak, karena semesta tidak perlu persetujuan kita untuk mebuat semua menjadi begini atau begitu. Semesta hanya melakukan tugasnya atas seizin Allah. Kun fayakun. Yang terjadi, terjadilah. Maka atas segala kejutan-kejutan dikemudian hari, apapun itu baik akan membuat senang ataupun sedih, akan membuat sengsara, binasa, bahagia selamat semoga kita lekas bisa jadi amnusia yang lebih baik dan dapat mempersiapkan diri bagi segala kemumgkinan yang ada. maka mari kita meniti kisah dengan senantiasa perkuat iman, kar...

Misteri Mulut Manusia?

KISAH MULUT KITA YANG SESUNGGUHNYA MENGANDUNG KHASIAT MUSTAJAB MESKI PEMILIKNYA DIJULUKI “TAK PUNYA ADAB” #NGERIGAKSIH ... HUST! JANGAN ASAL BICARA. HUST! JANGAN NGOMONG BEGITU. HUST! GABOLEH GITU. HEHH!! HATI-HATI.. ntar kejadian loh. ASTAGHFIRUllAH> PERKATAAN ITU DOA LOH. hihi .. Sahabat peniti, pernah tidak kalian mendapat seruan-seruan seamcam itu? rasa-rasanya setiap kita pasti pernah ya,. Sekali dua kali atau bahkan sering nih. Sebenarnya kata-kata seperti itu dihasilkan oleh para leluhur kita. FYI bangsa indonesia adalah bangsa yang memiliki budaya tutur luar biasa (bukan budaya baca)   maka tahu sendiri ya, jika saat ini minat baca bangsa kita rendah.. yah, karena budaya yang dilahirkan dari awal pertama ialah budaya tutur. sehingga ucapan-ucapan yang mereka hasilkan seringkali mengandung mantra-atau makna yang luar biasa memiliki peran dan pengaruh besar pada zamannya. Masih ingat dengan syair lir-ilir, dengan syair abu nawas, dengan pantun, puisi, k...