…
Seperti awan
yang mendung, hari-hari bukan lagi tentang menanti seorang kekasih datang
menghampiri. Bagaimana jika semua terlalu sulit untuk ditempuh, bagaimana jika
ternyata aku menanti sesuatu yang keliru, atau bahkan salah.. sebab akupun
tidak pernah tahu apa yang akan datang, hujan lebat, rerintik lentik, atau
bahkan hanya dengusan angin kencang yang pergi setelah usai porak-porandakan
segalanya.
Tuhan, bukankah
seharusnya ada bagian dari jiwa yang mengambil kendali atas perasaan ini. Duhai
angunnya jiwa, bersabarlah untuk hal-hal yang tidak dapat kau kendalikan..
Apa yang
sebenarnya menjadi hal terbaik buatku.. biar mencari jalannya sendiri untuk
menemukanku.
Tetapi,Tuhan…
apakah jalannya selalu rumit dan sulit?
Februari, 11.45
2.0.2.3.
Komentar
Posting Komentar