Langsung ke konten utama

Saatnya Ramah Pada Rumah #menitikisah


 

Saatnya Ramah Pada Rumah

 

((barangkali covid-19 hadir membuat kita kembali memeluk rumah, berkecimpung didalamnya dan merasakan nuansa keluarga yang sesungguhnya. temukan kembali apa-apa yang sempat pergi dalam sepetak tempat yang kian lama kita singgahi.))

Dalam perjalanan meniti kisah di bagian bumi yang telah terdeteksi ini, terdapat dua tipe pasukan manusia. yakni pasukan pengutuk rumah dan pasukan pendamba rumah. Pasukan pengutuk rumah ialah pasukan yang selalu mengutuk setiap detik pekerjaan rumah karena pekerjaan yang dilakukan terkesan menjemukan dan tidak membuat kantong menggelembung terpenuhi. Sedang pasukan pendamba rumah ialah mereka seorang musafir yang sedang berkelana mencari nafkah bagi keluarga,  bertugas bela negara, bekerja demi kestabilan finansial keluarga, atau menuntut ilmu di tempat yang berjarak jauh dari rumah, dan meyakini bahwa rumah adalah tujuan paling utama untuk pulang.

Sembari mendengarkan podcast ini dengan minum kopi, mari kita berkelana menapaki riwayah bukhari dan muslim.  Bahwa setiap perempuan ternyata juga memiliki tanggungjawab penuh atas rumah suaminya. Meski begitu, bukan berarti seluruh pekerjaan rumah terletak dibahu istri. Suami tentu juga harus ikut andil dalam membantu. Namun  kebebasan dan andil penuh untuk menjaga, memanage dan merawat lingkungan rumah fitrahnya ialah milik istri. Selain itu, dalam norma sosial bukankah kualitas seorang perempuan selalu dilihat dari rumahnya, setinggi apapun jabatan dan kewibawaan seorang perempuan jika rumahnya tidak terawat maka seketika itulah dirinya terjatuh dan terjembab dalam pandangan norma sosial yang buruk.

Namun beberapa keadaan yang kini kemudian berubah drastis antara kemampuan yang sangat terbatas karena memiliki prioritas lain seperti pekerjaan dan kegiatan di luar rumah sehingga harus menyewa seseorang untuk merawat rumah, sehingga kita tidak punyalagi kesempatan untuk ramah pada rumah, maka mungkin inilah saatnya. Barangkali di tengah pandemi covid -19 ini ternyata Allah titipkan setitik hikmah yang kemudian menyadarkan kita wahai pengutuk dan pendamba rumah. Hikmah untuk kembali ramah pada rumah yang telah lama kita biarkan tak terarah. barangkali covid-19 hadir membuat kita kembali memeluk rumah, berkecimpung didalamnya dengan bahagia dan merasakan nuansa keluarga yang sesungguhnya. karena bukankah rumah adalah syurga..  maka semoga ramah pada rumah  membuat kita benar-benar hadir seutuhnya untuk rumah demi menemukan kembali apa-apa yang sempat pergi tanpa kita sadari dalam sepetak tempat yang kian lama kita singgahi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cendayam

  Aku tahu, ini bukan saatnya bertanya kabar satu sama lain..  Aku tahu, ini bukan saatnya saling bercengkrama antara satu sama lain..  Aku tahu, aku kelewatan.. Namun bukan hanya abang, aku juga merasakan cemas tak berkesudahan. Merasa resah pada sesuatu yang selalu berakhir dengan kata entah.  Aku tidak pernah berpikir jika persoalan cinta akan sangat berpengaruh pada kondisiku sekarang.  Tetapi setelah aku coba merenungi semua ini..  Aku merasa telah mengurung abang dalam duniaku tanpa ada celah untuk abang bisa melihat cahaya.  Entah masih dikira egois atau tidak..  Namun aku mau impianku dulu..  Dan aku gamau abang selalu terbebani ini..  Abang ingin sekali melihat secercah cahaya, kan?  Boleh aku buka pintunya sekarang ..?? Jika abang mau.. Abang bisa keluar, berlari, terbang, melompat sebebas abang bisa..  Aku disini ingin memperbaiki duniaku sesuai dengan lentera dalam mimpiku semalam..  Aku belum bisa ikut abang t...

Jika Hari Ini Ada Resah #script

 JIKA HARI INI ADA RESAH Jika hari ini ada resah, sabar dulu malahan bisa jadi nih. esok hari akan melebar jadi gelisah. Eh tapi bisa pula berubah jadi gundah. Atau malahan perasaan-perassaan itu akan memaksa kita untuk mengalah dan berujung   pada Insiden mengutuk diri.. hingga kemudian memutuskan untuk lelah. Iya. Polemik hidup semacam ini atau bahkan yang lebih parah dari ini pasti dijamin akan selalu ada, mau ga mau pasti ada nggapeduli semua itu kita harapkan atau tidak, karena semesta tidak perlu persetujuan kita untuk mebuat semua menjadi begini atau begitu. Semesta hanya melakukan tugasnya atas seizin Allah. Kun fayakun. Yang terjadi, terjadilah. Maka atas segala kejutan-kejutan dikemudian hari, apapun itu baik akan membuat senang ataupun sedih, akan membuat sengsara, binasa, bahagia selamat semoga kita lekas bisa jadi amnusia yang lebih baik dan dapat mempersiapkan diri bagi segala kemumgkinan yang ada. maka mari kita meniti kisah dengan senantiasa perkuat iman, kar...

PENYANDANG LUPA #script

PENYANDANG LUPA Pernahkah kau menoleh kebelakang melihat hari kemarin. Apakah kau masih ingat detilnya dari tiap pergantian detik ke menit.. menit menuju jam.. masih ingatkah kau apa saja yang telah kau perbuat.. pukul berapa kemarin kau makan, pukul berapa kemarin kau buang air kecil, berapa kali kau buang air kecil, Jika kau tanya Aku,akan Aku katakan bahwa "Aku lupa." Aku lupa apa yang telah terjadi padaku.. jangankan detik menit dihari kemarin.. detik menit setelah aku bangun tidur tadi pagi pun, aku sudah lupa. Aku tak ingat bahkan aku tak tahu apa saja yang telah kulakukan. Dalam hidup ada banyak hal kecil yang begitu mudah kita lupakan.. padahal itu semua adalah kenikmatan yang sangat mahal harganya. Saat ini kita lupa.. Namun pada saatnya tiba.., kelak ketika semua meminta pertanggungjawabannya kepada Kita.. apakah saat itu kita juga akan lupa.. jangan pernah siasati bahwa Allah sedang tidur, atau tak sedang memperhatikan kita.. Allah akan membuat bibir kita b...