Duhai,. Manusia yang hatinya belum tertata, suaranya terbata-bata, pikirannya diporak-poranda, tatapannya tak punya makna, hidup terbawa arus kemari dan kesana, tak mengerti teka-teki semesta, tak memahami isyarat Sang Maha.. Biarkan malam ini menjadi malam peleburan dosa, tak mengapa kurasakan sakit tak berkesudahan, tak mengapa kunyanyikan rintih pesakitan, tak mengapa linang air mata menjadi panas tak terperikan, Asal segala dosaku, Kau ampunkan. Asal segala doa baikku, Kau perkenankan. لاإله إلا انت سبحانك اني كنت من الظالمين Menuju malam Nisfu Syaban 1444 H
Aku tahu, ini bukan saatnya bertanya kabar satu sama lain.. Aku tahu, ini bukan saatnya saling bercengkrama antara satu sama lain.. Aku tahu, aku kelewatan.. Namun bukan hanya abang, aku juga merasakan cemas tak berkesudahan. Merasa resah pada sesuatu yang selalu berakhir dengan kata entah. Aku tidak pernah berpikir jika persoalan cinta akan sangat berpengaruh pada kondisiku sekarang. Tetapi setelah aku coba merenungi semua ini.. Aku merasa telah mengurung abang dalam duniaku tanpa ada celah untuk abang bisa melihat cahaya. Entah masih dikira egois atau tidak.. Namun aku mau impianku dulu.. Dan aku gamau abang selalu terbebani ini.. Abang ingin sekali melihat secercah cahaya, kan? Boleh aku buka pintunya sekarang ..?? Jika abang mau.. Abang bisa keluar, berlari, terbang, melompat sebebas abang bisa.. Aku disini ingin memperbaiki duniaku sesuai dengan lentera dalam mimpiku semalam.. Aku belum bisa ikut abang t...